Olahraga

Caregiver Burnout? Pentingnya Me Time Untuk Caring People

5 menit baca

Caring People, menjaga Kesayangan adalah sebuah tugas dan pekerjaan mulia namun bisa menjadi berat serta menyita waktu, sehingga nggak jarang ada Caring People yang mengalami stress. Bila saat kamu merawat Kesayangan Caring People merasa lelah yang tak kunjung usai dan mempengaruhi kesehatan serta mentalitas, bisa jadi Caring People sedang mengalami caregiver burnout.

Tidak bisa dipungkiri dalam merawat lansia memang harus ekstra segalanya, baik fisik atau mental. Wajar jika Caregiver sering kali merasakan lelah atau menjadi beban tersendiri dalam mendampingi Kesayangan. Jika hal ini terjadi, dapat membuat rusaknya hubungan antara Caregiver dan Kesayangan, atau yang lebih parah Caregiver dapat mengidap depresi berat. Seperti apa sih penyebab dan cara menanggulangi caregiver burnout? Cari tahu di bawah ya!

Tanda-Tanda Jika Alami Burnout 

Untuk itu, apa sih solusi ketika Caring People sudah merasakan burnout? Sebelum tahu apa saja yang perlu dilakukan, yuk cari tahu terlebih dahulu tanda-tanda jika kamu sudah burnout berikut ini.

1.  Semangat Hidup Menurun

Menurun dan hilangnya semangat hidup menjadi salah satu indikator bahwa kamu sedang merasakan burnout. Bahkan dalam beberapa waktu kamu merasa tidak punya semangat lagi dalam merawat Kesayangan.

2. Sering Marah

Kondisi burnout dapat membuat emosi tidak stabil. Untuk itu, orang yang mengalami burnout dapat menunjukan ciri-ciri seperti seringnya marah-marah pada orang-orang di sekitar termasuk pada Kesayangan.

3.  Menarik Diri dari Lingkungan

Orang-orang yang mengalami burnout biasanya enggan bersosialisasi dengan lingkungannya dan memandang sinis orang lain.

4.  Mudah Sakit

Terjadinya penurunan imunitas tubuh Caregiver yang mengalami burnout sehingga rentan stres dan mudah sakit.
 
Itu dia Caring People, beberapa ciri-ciri orang yang mengalami burnout dan kelelahan secara mental. Maka dari itu, kita harus mengetahui apa sih solusi untuk menghadapi hal tersebut. Salah satunya dengan me time!
 
Hal tersebut sejalan dengan ungkapan seorang psikolog klinis sekaligus life coach, Suzanne Gelb, Ph.D., J.D., yang mengatakan bahwa tujuan kamu mengambil me time itu adalah untuk mengisi tangki cinta agar kondisi lebih prima dan bisa kembali melakukan tugas merawat serta memberi cinta kasih kepada Kesayangan atau keluarga.
 
Me time dapat menurunkan tingkat stres sebagai Caregiver dan memproses emosi kamu agar bisa kembali ke rumah dengan perasaan serta pikiran yang lebih baik. Caregiver juga sering merasa sendiri dalam melakukan tugas merawat Kesayangan, sehingga timbulnya rasa lelah bahkan stres.
 
Baca Juga: Memahami Burnout yang Terjadi Kepada Caring People 
 

Ciri dan Dampak yang ditimbulkan Caregiver Burnout

Tanda-tanda yang ditimbulkan oleh caregiver burnout sama seperti gejala stress dan depresi lainnya, seperti:

Kehilangan minat pada aktivitas yang dinikmati

Ketika seseorang mengalami burnout, baik caregiver burnout atau burnout lainnya, pengidapnya akan mengalami kehilangan minat pada banyak hal. Ini terjadi karena dirinya merasa energinya terkuras, sehingga penderita burnout biasanya tidak memiliki gairah ketika melakukan sesuatu, bahkan saat melakukan hobi atau aktivitas yang sangat disukainya. 

Perubahan pola tidur

Saat mengalami burnout, seseorang juga akan memiliki perasaan cemas yang berlebihan. Perasaan cemas ini dapat mempengaruhi pola tidur seseorang. Orang yang sedang cema biasanya tidak dapat terlelap dengan cepat, selain itu ketika tidur orang yang mengalami kecemasan cenderung lebih sering terbangun tanpa sebab. Hal ini tentunya mempengaruhi pola tidur dan kualitasnya.

Lebih mudah terkena penyakit

Burnout juga dapat mengakibatkan seseorang menjadi lebih mudah terkena penyakit. Hal ini hubungan dengan penelitian yang menyebutkan bahwa ketika seseorang bahagia, maka imunitasnya juga akan menjadi bagus dan sulit terkena penyakit. Selain itu perubahan pola tidur dan kualitas tidur yang tidak baik juga dapat mempengaruhi kesehatan seseorang.

Selalu merasa lelah

Penderita caregiver burnout akan selalu merasa lelah baik secara fisik maupun mental. Seperti penyebab mudahnya mereka terkena penyakit, pola tidur yang kurang baik juga dapat menjadi faktor utama akan hal ini. Selain itu karena melakukan hal yang dianggap sudah tidak bermakna lagi, mereka juga akan kelelahan secara mental sehingga menyebabkan emosi yang tidak stabil.

Adanya perasaan ingin menyakiti

Tingkatan emosi yang tidak stabil dapat membuat Caring People yang mengalami caregiver burnout tidak dapat meluapkan perasaan yang dimiliki. Hal ini berujung kepada letupan-letupan emosi yang terkadang tidak baik, seperti perasaan ingin menyakiti diri atau Kesayangan. Hal ini tentunya membutuhkan pertolongan medis agar dapat segera diselesaikan.

Solusi Tidak Kesepian Saat Dampingi Lansia

Untuk itu, ada beberapa solusi agar Caregiver tidak merasakan kesepian dalam mendampingi lansia. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain: 

1. Bersosialisasi

Ikuti kegiatan-kegiatan komunitas yang kamu sukai, seperti komunitas olahraga atau bisa juga berkaitan dengan bidang merawat supaya memberi kesan bahwa yang dialami saat ini juga dialami oleh orang lain.

2. Menekuni Hobi

Untuk membantu dalam mengalihkan diri dari pemikiran yang negatif atau perasaan kesepian, ada baiknya kamu melakukan hobi anti mainstream atau aktivitas yang sudah lama tidak kamu lakukan seperti melukis, bermain musik atau hunting foto.

3. Cari Kegiatan Baru

Yap, seperti yang dibahas di atas me time atau cari waktu sendiri untuk kamu melakukan hal-hal yang dapat membuat menjadi lebih ‘hidup’ dan ‘berwarna.’ 

4. Terus Belajar 

Ikuti seminar atau workshop, dengan cara seperti itu kamu dapat untuk menambah wawasan dan ilmu sehingga otak tetap aktif serta terhindar dari rasa kesepian yang sedang kamu alami. 

5. Berolahraga

Ajak Kesayangan atau keluarga untuk melakukan aktivitas olahraga seperti jogging atau renang, sehingga dapat medistraksi permasalahan yang dialami dan dapat membantu menyeimbangkan diri serta mengalihkan rasa kesepian.

Berikan Confidence sebagai popok pilihan untuk Kesayangan aktif atau terbaring
Sebagai popok dewasa yang mengerti tentang permasalahan Caring People dan Kesayangan, Confidence hadir untuk menjadi solusi inkontinensia bagi Kesayangan yang aktif dengan Confidence Pants atau untuk Kesayangan yang terbaring dengan Confidence Classic series.

Popok Confidence yang terbuat dari bahan lycra nyaman dikenakan dan pas dibadan, seperti memakai celana biasa. Selain itu popok Confidence juga sudah dilengkapi dengan SAP anti bakteri dan teruji secara klinis, aman untuk kulit sensitif Kesayangan serta mengurangi risiko ruam popok.

Dilengkapi dengan penyerapan hingga 6x, popok Confidence hadir untuk menemani Caring People mengurus Kesayangan dengan tulus dan sepenuh hati.