Olahraga

Berjalan atau Berlari, Mana Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Kesayangan?

5 menit baca

Kondisi tubuh Kesayangan memang sudah tidak seaktif usia muda. Oleh karena itu, Kesayangan tidak disarankan berolahraga dengan intensitas tinggi. Kesayangan tetap dianjurkan berolahraga dengan intensitas sedang untuk meminimalisir risiko cedera rendah.
 
Salah satu olahraga yang paling sering dipilih oleh Kesayangan adalah berjalan atau berlari. Pertanyaannya, apakah olahraga lari dan berjalan kaki ini sudah tepat?
 
Lari dan jalan pada dasarnya adalah dua aktivitas fisik yang berbeda. Perbedaan berjalan dan berlari terletak pada mekanisme gerakannya yang kemudian akan mempengaruhi dampak terhadap tubuh. 

Perbedaan Kecepatan

Perbedaan berjalan dan berlari yang pertama adalah kecepatannya. Kecepatan rata-rata berjalan sekitar 5 km/jam, sedangkan berlari berarti memiliki kecepatan rata-rata 15-20 km/jam. Ada pula, power walking atau jalan cepat yang dapat mencapai hingga kecepatan 8 km/jam.

Sudut Lutut

Berlari akan membuat lutut jadi lebih lelah dibandingkan berjalan, karena lutut tertekuk lebih banyak dan terbeban dalam mendukung gerakan lari. Sedangkan saat berjalan, lutut lebih sedikit tertekuk dan gerakan berjalan tidak memberikan beban banyak pada lutut. Tentu hal ini menjadi pertimbangan untuk Kesayangan yang memiliki kondisi khusus pada area lutut. 

Tenaga

Perbedaan gerakan berjalan dan berlari juga ada pada tenaga yang dikeluarkan. Saat berjalan, gerakan tubuh tidak sebesar saat berlari, sehingga tenaga yang dibutuhkan pun tidak besar. Sedangkan saat berlari, untuk mencapai kecepatan tertentu dibutuhkan dorongan dan gerakan tangan, lekukan lutut hingga langkah sehingga tenaga yang dikeluarkan pun lebih besar.

Manakah yang Lebih Baik?

Jika ditanya mana yang lebih baik antara berlari, berjalan ataupun berjalan cepat, semua kembali pada kondisi tubuh dan kesehatan Kesayangan. Sebaiknya berdiskusi dahulu dengan dokter untuk memastikan sesuai kondisi Kesayangan. Sebab, ada beberapa kondisi kesehatan yang dapat menimbulkan dampak signifikan meski hanya melakukan olahraga ringan.
 
Penelitian yang dilaporkan oleh American Heart Association menemukan bahwa manfaat berjalan sama baiknya dengan berlari dalam hal menurunkan resiko penyakit jantung. Penelitian yang sama saat menganalisis pelari dan pejalan kaki berusia 40 hingga 50-an tahun juga menemukan, jika berjalan cepat dan berlari dapat menurunkan resiko diabetes, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.
 
Dari pertimbangan tersebut, banyak Kesayangan yang lebih memilih untuk berjalan atau berjalan cepat (power walking) sebagai pilihan aktivitas fisiknya. Di sisi lain, memang terdapat banyak manfaat olahraga jalan cepat untuk lansia, antara lain:

  • Membantu memperkuat otot tubuh
  • Menjaga berat badan tetap stabil dan ideal
  • Menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, kanker usus besar dan diabetes
  • Memperkuat tulang, mencegah osteoporosis dan osteoartritis
  • Menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengidap hipertensi
  • Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh lansia. Manfaat ini diharapkan juga dapat mengurangi risiko lansia terjatuh
  • Mampu menjaga fleksibilitas persendian tubuh
  • Meningkatkan kepercayaan diri dan suasana hati. Hal ini tentunya dapat mengurangi tingkat kecemasan yang dapat berujung pada depresi
  • Membantu meningkatkan kehidupan sosial orang yang sudah berusia lanjut. Sebab, berjalan kaki adalah salah satu cara untuk keluar dan bertemu orang lain atau bersosialisasi 

Jadi, ajak Kesayangan untuk beraktivitas fisik sesuai kondisi tubuhnya, Caring People! Boleh sekedar berjalan santai, berjalan cepat atau power walking maupun berlari ringan (jogging) untuk Kesayangan yang dalam kondisi sehat menurut dokter.
 
Saat berolahraga, berikan Kesayangan Confidence Pants Ekstra Serap. Bahannya elastis dan pas di badan seperti menggunakan celana dalam biasa, sehingga Kesayangan bebas bergerak dan lebih percaya diri. Selain itu, daya serapnya ekstra hingga 12 jam dan ada ekstrak aloe vera jadi lembut di kulit. Pilih Confidence Pants untuk solusi terbaik inkontinensia urin.
 
Reference :
Halodoc - 9 Manfaat Olahraga Jalan Cepat untuk Lansia
Halodoc - 7 Jenis Olahraga yang Aman untuk Dilakukan Lansia
Kementerian Kesehatan - Perbedaan Jalan Kaki, Jogging dan Lari Serta Manfaatnya
CNN Indonesia - 8 Olahraga untuk Lansia, Aman dan Minim Cedera
Liputan6.com - Lansia Menjaga Kebugaran dengan Jalan Kaki, Apa Cukup?
CNN Indonesia - Olahraga Terbaik untuk Lansia