Kesehatan

Tips Lansia Lebih Aktif dan Percaya Diri Bersama Dokter Randy Januar

5 menit baca
Tips Lansia Lebih Aktif dan Percaya Diri Bersama Dokter Randy Januar

Ibadah Ramadan menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk seluruh umat Muslim di Indonesia. Ibadah puasa wajib hukumnya bagi umat Muslim dimana mereka harus menahan makan dan minum selama kurang lebih hingga 14 jam. Untuk sebagian orang yang berusia muda menjalankan ibadah puasa tidak ada masalah, tetapi bagi orang berusia lanjut apakah puasa menjadi suatu halangan atau menjadikan mereka menjadi tidak aktif dan kurang percaya diri?

Pasti Caring People bertanya-tanya terkait hal ini, untuk itu, yuk simak beberapa tips dari dokter Randy Januar dalam acara live Instagram Confidence pada 28 April 2022 lalu seputar membangun kepercayaan diri lansia dalam menjalankan bulan Ramadan.

Faktor yang Mempengaruhi Rasa Percaya Diri Pada Lansia

Sebelum membahas tentang tipsnya, dokter Randy mempaparkan hal-hal yang dapat membuat Kesayangan merasa tidak percaya diri. Adapun penjelasannya sebagai berikut

1. Kondisi fisik

Seiring bertambahnya usia, tak bisa dipungkiri secara fisik lansia pasti mengalami penurunan seperti stamina yang berkurang, masalah sendi dan bahkan mengalami kelemahan otot-otot.

2. Kerapuhan tulang

Sudah menjadi hal yang wajar jika lansia mengalami kerapuhan tulang atau osteoporosis yang bisa menyebabkan nyeri punggung dan postur badan membungkuk.

3. Psikososial

Beberapa masalah psikososial yang dapat mengganggu lansia diantaranya adalah gangguan kognitif, penurunan psikomotorik seperti sulit memahami atau berkurangnya pendengaran.

4. Penurunan fungsi seksual

Penurunan fungsi seksual di sini bukan merujuk pada hal yang sifatnya seksual, tetapi pada perubahan fisik karena orang-orang yang menginjak usia 60 tahun sudah memasuki fase menopause yang mempengaruhi hormon.

5. Perubahan fungsi sosial

Lansia yang berusia 60 tahun sudah memasuki fase pensiun atau tidak bekerja lagi. Biasanya aktivitasnya hanya bermain dengan cucu atau kegiatan keseharian lainnya yang berada di rumah.

6. Faktor komorbid

Komorbid juga menjadi salah satu hal yang dapat membuat lansia kurang percaya diri dalam menjalankan ibadah puasa. Komorbid merupakan kondisi adanya dua atau lebih penyakit bawaan lansia seperti darah tinggi, peradangan sendi, jantung, kolesterol dan lain sebagainya.

Lansia Diperbolehkan Puasa atau Tidak?

Setelah mengetahui beberapa hal yang dapat membuat Kesayangan kurang percaya diri dalam menjalani bulan Ramadan, lalu sebenarnya diperbolehkan atau tidak sih lansia berpuasa? Yuk simak penjelasannya!

Dalam acara ini, dokter Randy menjelaskan bahwa lansia diperbolehkan untuk puasa atau bahkan disarankan. Puasa dapat memberikan manfaat sebagai detoksifikasi tubuh, dapat menurunkan kadar lemak dan meregenerasi tubuh. Tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan puasa untuk lansia sebagai berikut:

  • Wajib makan atau sahur sebelum berpuasa dan konsumsi air yang cukup minimal satu setengah liter agar tidak merasakan dehidrasi ringan hingga berat. Jika lansia mempunyai komorbid harus berkonsultasi ke dokter, misalnya jika ada penyakit jantung hindari minum air sebanyak-banyaknya.
  • Konsumsi makanan bergizi termasuk karbohidrat, protein, mineral dan vitamin serta suplemen.
  • Hindari boleh makan berlebihan, karena biasanya lansia mempunyai masalah lambung seperti GERD.
  • Istirahat atau tidur yang cukup. Seperti yang kita tahu, semakin beranjak usia seseorang aktivitas tidur akan lebih berkurang atau sulit tidur.
  • Olahraga atau aktif bergerak penting saat menjalankan ibadah puasa, misalnya saja senam di tempat atau jika mampu jogging dan jalan jauh lebih baik. Lakukan secara konsisten sehari 15 menit hingga 30 menit agar kesehatan jantung terjaga. Apabila ingin olahraga kardio alternatif bisa juga bersepeda, tapi tidak disarankan untuk latihan berat seperti angkat beban.

Tips Lansia Aktif dan Percaya Diri Selama Ramadan

Puasa mempunyai manfaat yang luar biasa. Dokter Randy menyampaikan, “Manfaat puasa 10 jam pertama membuat energi yang dipakai untuk aktivitas sehari-hari membakar lemak atau istilahnya fat burning, sedangkan 14 jam kemudian puasa mampu meregenerasi tubuh atau sebagai detoksifikasi.” ujarnya.

Baca Juga: Tips Agar Tidak Kalap Saat Berbuka Puasa

Lalu, apa seperti apa sih tips agar lansia tetap aktif dan percaya diri selama Ramadan ala dokter Randy?

  1. Hindari stres untuk lansia. Buat situasi nyaman karena lansia cenderung memiliki emosi yang tidak stabil.
  2. Menjaga kondisi fisik dengan olahraga, konsumsi makanan bergizi, serta bagi lansia yang berpuasa diwajibkan makan atau sahur terlebih dulu. Jika lansia yang melakukan puasa tanpa sahur dan kekurangan minum, akan menimbulkan dampak negatif karena mengingat kondisi fisik mereka yang sudah tidak muda lagi.
  3. Harus adanya pengawasan dari Caregiver atau Caretaker. Caregiver dari pihak keluarga, sedangkan Caretaker adalah seseorang professional yang dipekerjakan untuk mengurus lansia atau Kesayangan.
  4. Berikan kenyamanan untuk Kesayangan saat bulan Ramadan, seperti memberikan popok dewasa agar lansia dapat lebih aktif dan percaya diri yaitu Confidence Pants Heavy Flow. Dengan keunggulan daya serap hingga 1,200 cc, berbahan lycra sehingga elastis mengikuti bentuk badan dan tidak menimbulkan iritasi.
  5. Rutin memeriksakan diri ke dokter untuk Kesayangan yang mempunyai faktor komorbid seperti darah tinggi, jantung, kolesterol, obesitas atau penyakit bawaan lainnya. Lakukan pemeriksaan minimal enam bulan sekali untuk mengetahui kondisi terkini.

Untuk itu, ibadah puasa saat bulan Ramadan aman dilakukan oleh lansia dengan beberapa tips yang dijelaskan di atas. Semoga bermanfaat dan jangan lupa langsung dipraktekkan ya, Caring People. Mau tahu info selanjutnya seputar tips dan trik merawat lansia atau Kesayangan? Pantau terus sosial media Facebook & Instagram @confidenceadultcare untuk keseruan acara live Instagram lainnya.