Kesehatan

Post Power Syndrome Bisa Terjadi Pada Orang Tua Kamu

5 menit baca
Post Power Syndrome Bisa Terjadi Pada Orang Tua Kamu

Orang tua kamu mengalami perubahan emosi seperti bingung, kecewa dan putus asa setelah masa pensiun? Jika iya, bisa jadi orang tua kamu sedang mengalami yang namanya post power syndrome.

Apa itu Post Power Syndrome?

Suatu kondisi psikologis yang umumnya dialami oleh orang-orang yang kehilangan jabatan dan kekuasaan, beriringan dengan adanya perasaan menurunnya harga diri. Orang-orang yang mengalami post power syndrome adalah orang yang tidak menerima kenyataan yang terjadi sebenarnya. Adapun perubahan yang tidak bisa diterima antara lain perubahan aktivitas, hilangnya kekuasaan, harta dan lain sebagainya. Orang yang mengidap post power syndrome biasanya cenderung mempunyai kepribadian seperti bangga pada jabatan, senang dihormati, suka mengatur orang lain dan menuntut agar semua keinginannya dituruti.

Gejala yang dirasakan orang yang mengalami post power syndrome dibagi menjadi tiga, yaitu secara fisik, emosi dan perilaku. Secara fisik orang dengan post power syndrome cenderung layu dan sering sakit-sakitan. Lalu secara emosi ditandai dengan penderita yang mudah tersinggung, sering marah-marah, pemurung dan senang menyendiri. Sedangkan secara perilaku bisa dilihat dari perubahan penderita yang menjadi pendiam, pemalu atau sebaliknya sering membanggakan masa kejayaannya dulu. Adapun, beberapa gejala lain yang bisa kita lihat dari penderita seperti menarik diri dari pergaulan, tak mau kalah, tidak mau mendengar pendapat orang lain dan suka mengkritik atau mencela pendapat orang lain.

Meski post syndrome bukan penyakit kejiwaan yang serius tetapi bisa berdampak buruk untuk Kesehatan seperti darah tinggi atau depresi, jika tak segera diatasi. Untuk itu, kita harus tahu cara mengatasi orang dengan post power syndrome, ini dia beberapa tips yang harus kamu coba.

Tips Mengatasi Post Power Syndrome

  1. Berikan kesibukan baru, seperti yang kita tahu salah satu penyebab post power syndrome adalah kehilangannya rutinitas. Dengan itu, kamu bisa memberikan aktivitas baru, seperti olahraga atau sekedar menjemput cucu di sekolah.
  2. Jaga komunikasi dengan baik, orang dengan post power syndrome jangan dibiarkan sendiri, karena hal itu dapat memperparahnya. Luangkan waktu untuk berkunjung atau sekedar menelpon, agar ia tak merasa sendiri.
  3. Meminta bantuan orang ketiga untuk dapat menemaninya, cara ini bisa kamu lakukan jika kamu sudah merasa kewalahan menghadapinya.

Cara-cara di atas bisa kamu lakukan jika orang tuamu mengalami post power syndrome, dengan itu ia bisa melewati masa-masa pensiun lebih baik dan Bahagia.

Referensi: