Kesehatan

Mengenal Apa Itu Retensi Urine dan Penyebabnya

5 menit baca
Mengenal Apa Itu Retensi Urine dan Penyebabnya

Sebenarnya, apa itu retensi urine? Kita sering mendengar orang mengalami situasi di mana ia sulit menahan kencing, atau inkontinensia urine. Terutama pada orang lanjut usia, mereka memiliki kesulitan untuk mengontrol kemih mereka terutama saat berada di luar. Namun sedikit orang memahami apa itu retensi urine. Padahal, mungkin banyak dari kita yang mengalami hal ini.

Apa Itu Retensi Urine?

Jika inkontinensia urine adalah kesulitan menahan kencing, maka retensi urine adalah kondisi medis ketika kandung kemih tidak dapat kosong sepenuhnya walaupun telah buang air kecil. Retensi urine dapat menyebabkan penderitanya merasa kesulitan untuk mengeluarkan urine walaupun memiliki keinginan untuk buang air kecil.

Retensi urine bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya yaitu infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih akan menyebabkan saluran kemih membengkak sehingga menghambat jalan keluarnya urine. Ada 2 jenis retensi urine yang kerap dirasakan penderita. Ini adalah retensi akut dan retensi kronis.

Apa Itu Retensi Urine Akut?

Apa itu retensi urine akut? Ini adalah jenis retensi urine yang terjadi secara tiba-tiba. Retensi urine akut biasanya terjadi dalam jangka waktu pendek, yaitu selama beberapa hari atau minggu. Retensi urine akut yang tidak ditangani dengan tepat berisiko menyebabkan retensi urine kronis. Sedangkan retensi urine akut adalah jenis retensi urine yang muncul secara bertahap dengan durasi waktu selama beberapa bulan. Retensi urine kronis biasanya dialami oleh seseorang yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit diabetes, stroke, dan lain sebagainya.

Faktor Penyebab Retensi Urine

Penyebab retensi urine pun bisa bermacam-macam. Salah itu penyebab retensi urine yang sama dengan inkontinensia urine adalah infeksi saluran kemih. Gangguan prostat pada pria akan membuat prostat membengkak dan menghambat jalan keluar urine sehingga bisa mengalami kemungkinan retensi urine. Beberapa jenis obat tertentu diketahui dapat menimbulkan efek samping retensi urine, seperti antidepresan, antihistamin, anti kejang, dan lain sebagainya.

Gejala retensi urine pun berbeda tergantung jenis retensi urine yang dirasakan penderita. Retensi urine akut biasanya sering merasa ingin buang air kecil tapi urine yang keluar sedikit. Nyeri di bawah perut juga bisa menjadi indikasi retensi urine akut. Yang terakhir, jika mengalami kesulitan buang air kecil selama berminggu-minggu, kemungkinan mengalami retensi urine akut yang harus ditindak lanjuti oleh dokter. Sedangkan gejala retensi urine kronis kurang lebih sama, namun dalam jangka waktu yang lebih lama.

Retensi urine bisa dicegah dengan olahraga dan menjaga pola hidup sehat. Namun hal ini harus dilakukan secara berkala dari muda jika tidak ingin mengalami retensi urine di saat sudah memasuki usia lanjut. Jika akhirnya harus mengalami retensi urine, pastikan Anda beraktivitas dengan nyaman bersama pamper untuk dewasa Confidence.

Confidence popok untuk dewasa memiliki 2 jenis popok, yaitu diapers dengan perekat dengan kondisi lansia yang tirah baring, serta diapers celana bagi lansia yang masih aktif.

Untuk lansia yang masih aktif, gunakan Confidence Pants yang memiliki bahan lycra sehingga dapat bergerak bebas mengikuti bentuk tubuh dan SAP anti bakteria untuk menghindari dari iritasi.

Sedangkan bagi lansia dengan kondisi berbaring atau bedridden, gunakan Confidence Classic Day dan Confidence Classic Night di mana 2 popok di siang hari dan 1 popok di malam hari. Dengan Diamond Core Technology menyerap lebih cepat, halal dan teruji klinis, daya serap yang pas untuk kebutuhan siang dan malam. Beraktivitas jadi lebih pede deh!