Kesehatan

14 Jenis Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Kesayangan

5 menit baca

Seiring bertambahnya usia, proses penuaan memang tidak bisa dihindari. Namun, ada beberapa cara untuk menyiasati keluhan sindrom geriatri agar Kesayangan dapat menjalani masa senja dengan hidup yang lebih berkualitas.

Sindrom geriatri adalah sekumpulan gejala atau masalah kesehatan pada lansia yang sering terjadi akibat berbagai penurunan fungsi tubuh dan kejiwaan. Tidak hanya itu, sindrom geriatri juga bisa terjadi karena ada masalah sosial-ekonomi sehingga perubahan drastis pada lingkungan sekitarnya.

Sindrom geriatri tidak dapat dianggap enteng, sebab bisa menimbulkan dampak kesehatan yang serius. Meski umumnya bersifat menahun, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan Kesayangan mengalami sindrom ini diantaranya faktor genetik, fisik, psikologis, lingkungan dan sosial. Berikut adalah beberapa macam gangguan kesehatan pada Kesayangan yang tergolong dalam sindrom geriatri.

1. Immobility (Keterbatasan Gerak)

Keadaan tidak bergerak atau tirah baring selama 3 hari atau lebih dapat disebabkan oleh beberapa kondisi. Hal ini menimbulkan komplikasi seperti luka lecet hingga infeksi pada bagian yang mengalami penekanan terus menerus, kelemahan otot, infeksi paru-paru dan saluran kencing serta konstipasi atau sembelit.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan latihan fisik, perubahan posisi secara teratur, memonitor asupan cairan dan makanan berserat. Selain itu, rutin menggerakkan beberapa bagian tubuh Kesayangan yang sudah tidak dapat bermobilisasi.

2. Instability (Ketidakseimbangan Tubuh)

Kesayangan mungkin sering mudah terjatuh seperti terpeleset, kehilangan kesadaran mendadak atau vertigo karena bertambahnya usia. Pencegahan yang dapat Caring People lakukan yaitu terapi fisik, latihan cara berjalan dan penguatan otot. Selain itu, gunakan alat bantu seperti sepatu atau sandal yang sesuai dan membuat lingkungan menjadi lebih aman seperti pencahayaan yang cukup akan membantu Kesayangan.

3. Intellectual Impairment (Gangguan Intelektual)

Gangguan intelektual dapat berupa demensia atau delirium, gangguan mental organik yang ditandai dengan gangguan kesadaran dan atensi, serta perubahan kognitif atau gangguan persepsi yang timbul dalam jangka pendek dan berfluktuasi.

Gejalanya berupa gangguan memori jangka pendek, gangguan persepsi (halusinasi atau ilusi), gangguan proses pikir (disorientasi waktu, tempat, orang), komunikasi tidak relevan, mengamuk dan gangguan siklus tidur.

4. Infection (Kerentanan Infeksi)

Penyakit infeksi merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas pada lansia. Diantara penyakit-penyakit infeksi, pneumonia merupakan yang paling sering menyebabkan kematian. Beberapa penyakit dapat terjadi bersamaan akibat menurunnya imunitas tubuh terhadap infeksi. Hal ini membuat Kesayangan sering merasa lelah dan hilang semangat untuk beraktivitas.

5. Impairment of Hearing, Vision & Smell (Gangguan Pendengaran, Penglihatan dan Penciuman)

Gangguan pendengaran, penglihatan dan penciuman sangat umum ditemui pada lansia. Gangguan pendengaran dapat dibantu dengan penggunaan alat bantu dengar, sedangkan gangguan penglihatan dapat berupa gangguan refraksi, katarak, atau komplikasi penyakit dan dapat dibantu dengan penggunaan kacamata atau operasi katarak.

Gangguan penciuman pada lansia meningkat karena adanya penurunan saraf penciuman. Selain itu, anosmia juga bisa muncul sebagai gejala dari penyakit tertentu seperti alzheimer, tumor otak, cedera kepala, diabetes, parkinson, sindrom Sjogren dan penyakit Huntington.

6. Isolation (Perasaan Terisolasi)

Kesayangan sering merasa terisolasi atau depresi karena kehilangan orang yang disayang, pasangan hidup, teman terdekat atau anak. Kondisi diacuhkan keluarga dan dianggap merepotkan akan semakin membuat Kesayangan menarik diri dari lingkungan sehingga mudah mengalami depresi.

Dukungan teman sebaya dan keluarga terdekat penting untuk menjaga mental Kesayangan agar tetap percaya diri dan menjalani hidup dengan bahagia. Untuk itu, selalu sisihkan waktu untuk Kesayangan ya, Caring People.

7. Inanition (Malnutrisi)

Semakin bertambahnya usia, asupan makanan berkurang sekitar 25% mulai usia 40 hingga 70 tahun. Hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor fisiologis seperti perubahan indera pengecap, pembauan, sulit mengunyah, dan gangguan pencernaan.

Tak hanya faktor fisiologis, faktor psikologis pun mempengaruhi seperti depresi dan demensia serta faktor sosial yaitu hidup sendiri yang berpengaruh pada berkurangnya nafsu makan dan asupan makanan.

8. Impecunity (Perasaan Tidak Berdaya)

Penuaan membuat kemampuan tubuh dalam menyelesaikan pekerjaan berkurang sehingga tidak dapat memberikan penghasilan. Orang yang tidak bekerja seringkali merasa kehilangan teman dan kepercayaan diri sehingga interaksi sosial berkurang. Kondisi lansia yang semakin tidak berdaya ini juga memiliki risiko kemiskinan yang meningkat.

9. Iatrogenic (Komplikasi)

Lansia yang menderita penyakit lebih dari satu jenis membutuhkan obat lebih banyak dan bahkan dalam jangka waktu lama sehingga dapat menimbulkan efek samping dan interaksi dari obat tersebut. Ketika perawatan medis atau bedah menyebabkan penyakit atau bahkan cedera, hasilnya dianggap iatrogenik.

Maka dapat dikatakan, bahwa kondisi iatrogenik sendiri adalah kondisi yang disebabkan kesalahan diagnosis, komplikasi, kealpaan, atau bahkan akibat kekeliruan pribadi sang dokter. Hal ini seringkali dialami oleh lansia karena kondisi komplikasi yang dideritanya.

10. Insomnia (Kesulitan Tidur)

Perubahan siklus tidur atau beberapa penyakit mengakibatkan insomnia. Keluhan gangguan tidur yang sering dialami oleh lansia adalah sulit tidur, tidur tidak nyenyak dan mudah atau sering terbangun saat tidur dan sulit untuk tidur kembali. Hal ini menyebabkan Kesayangan merasa lesu setelah bangun di pagi hari.

Untuk meringankannya, hindari olahraga 3-4 jam sebelum tidur, hindari minuman berkafein saat sore hari dan batasi cairan setelah jam makan malam. Jika Kesayangan sering tidur siang, batasi waktunya maksimal 30 menit saja.

11. Immunodeficiency (Penurunan Sistem Imunitas)

Pada Kesayangan di atas usia 65 tahun, risiko infeksi semakin meningkat. Beberapa penyakit infeksi juga dapat mengarah pada kondisi kronis atau buruk, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

Penurunan sistem kekebalan tubuh pada Kesayangan yang menyebabkan risiko infeksi meningkat karena penurunan fungsi organ tubuh sehingga dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit.

12. Impotence (Impotensi)

Impotensi adalah ketidakmampuan melakukan aktivitas seksual akibat gangguan organik seperti gangguan hormon, saraf dan pembuluh darah serta depresi. Usia Kesayangan yang menyebabkan kemampuan fisik berkurang dan mempengaruhi psikis. Selain itu, beberapa penyakit juga menjadi penyebab impotensi seperti diabetes, gangguan saraf neurogenic dan lainnya.

13. Impaction (Kesulitan Buang Air Besar)

Kesulitan buang air besar kronis terjadi pada 16% lansia. Hal ini terjadi akibat kurangnya gerak fisik, makanan rendah serat, kurang minum, atau akibat obat-obat tertentu. Inkontinensia urin juga membuat Kesayangan rentan karena mereka mungkin menghindari banyak minum air guna memperkecil risiko beser namun berdampak pada sulitnya buang air besar.

14. Incontinence (Inkontinensia)

Menurut National Institute of Aging, inkontinensia urin artinya ketidakmampuan untuk menahan keluarnya urin pada saat yang tidak tepat dan tidak diinginkan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada Kesayangan wanita.

Untuk mengatasinya, Kesayangan diharuskan mengurangi konsumsi minuman berkafein, seperti teh dan kopi, serta menggunakan popok dewasa yang nyaman untuk tetap beraktivitas dengan nyaman. Pilih popok dewasa dengan kualitas terbaik sehingga memudahkan Kesayangan untuk beraktivitas.

Confidence popok dewasa adalah solusi terbaik untuk inkontinensia urin. Dengan 2 tipe popok dewasa yang bisa disesuaikan kondisi Kesayangan yaitu popok celana dan popok perekat. Popok celana memiliki varian Confidence Tipis & Pas di Badan yang elastis sehingga mengikuti bentuk tubuh dan perlindungan dari kebocoran 360o yang melindungi dari segala sisi serta mampu mengunci cairan sehingga permukaan tetap kering untuk kenyamanan beraktivitas.

Sedangkan Confidence Ekstra Serap memiliki daya serap ekstra hingga 12 jam dengan menyerap cepat kering dan ekstrak aloe vera untuk memaksimalkan rasa nyaman di kulit. Bahannya yang lembut dan bersirkulasi udara sangat nyaman digunakan untuk beraktivitas.

Confidence Popok Perekat memiliki 3 varian yaitu Confidence Classic Day Menyerap Kering, Confidence Classic Night Ekstra Serap & Kering, dan Confidence Premium Night Ekstra Serap dan Nyaman. Cocok untuk Kesayangan dengan kondisi tirah baring atau bedridden yang membutuhkan kenyamanan ekstra.

Confidence Classic Day Menyerap Kering memiliki perekat kuat, perlindungan kebocoran dan permukaan yang lembut serta cepat kering. Confidence Classic Night Ekstra Serap & Kering memiliki daya serap ekstra hingga 12 jam dengan perlindungan samping dan menyerap cepat kering melindungi dari kebocoran. Confidence Ekstra Serap & Nyaman memiliki teknologi sentuhan lembut dengan daya serap ekstra hingga 12 jam. Ekstrak aloe veranya memaksimalkan kenyaman penggunaan.

Pastikan pilih yang terbaik untuk Kesayangan. Untuk solusi terbaik inkontinensia urin, percayakan pada Confidence.


Referensi :
Geriatri.id - 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa - Mewaspadai 5 Gejala Sindrom Geriatri pada Lansia dan Cara Menanganinya
Alodokter - Mengenal Sindrom Geriatri pada Lansia dan Penanganannya
Hello Sehat - Mewaspadai 5 Gejala Sindrom Geriatri pada Lansia, Plus Cara Menanganinya