Tentang Inkontinensia Urin

Mengenal Lebih Dalam Tentang Apa itu Retensi Urine

5 menit baca
Mengenal Lebih Dalam Tentang Apa itu Retensi Urine

Saat kita beranjak dewasa, kita sering mendengar kondisi orang tersebut melemah. Kakinya tidak sekuat dahulu yang bisa berjalan dengan jarak hingga puluhan kilometer. Matanya tidak seawas dulu sehingga ia harus menyetir lebih lambat. Kekuatan pikirannya tidak sekuat dulu karena sekarang ia sering lupa. Namun ada beberapa hal yang jarang dibahas orang saat mereka beranjak tua. Salah satunya adalah potensi mengidap retensi urine.

Mengenal Tentang Retensi Urine

Apa itu retensi urine? Pertanyaan ini mungkin berkelebat di pikiran kita saat mendengar kata tersebut. Tapi apakah kamu pernah merasa sudah kebelet buang air kecil namun tidak bisa mengeluarkan urine? Hal tersebut kemungkinan menjadi jawaban dari pertanyaan apa itu retensi urine. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi ini bisa terasa menyakitkan dan mengganggu kenyamanan penderitanya.

Menilik lebih dalam, penjelasan mengenai apa itu retensi urine menurut medis adalah gangguan pada kandung kemih yang membuat penderitanya kesulitan untuk mengeluarkan urine atau susah buang air kecil. Terkadang retensi urine juga bisa menyebabkan keluhan berupa kencing tidak tuntas. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, meski cenderung lebih banyak dialami pria dibandingkan wanita.

Penyebab Penyakit Retensi Urine

Pembahasan selanjutnya apakah penyebab yang bisa membuat orang mengidap penyakit retensi urine? Beberapa di antaranya terlihat jelas, seperti penyumbatan saluran kemih. Pada pria, kondisi ini sering diakibatkan oleh pembesaran prostat dan kanker prostat. Sementara pada wanita, penyumbatan aliran urine kerap disebabkan oleh kandung kemih turun.

Selain itu, gangguan pada saraf juga bisa menjadi alasan atas pertanyaan apa itu retensi urine dan penyebab yang bisa diantisipasi untuk menghindari penyakit ini. Proses buang air kecil terjadi ketika otak mengirim sinyal ke kandung kemih agar otot-otot kandung kemih bekerja untuk mengeluarkan urine dari tubuh. Jika terjadi gangguan pada saraf kandung kemih atau otak, maka proses ini akan terganggu dan menimbulkan kesulitan buang air kecil.

Inilah kenapa banyak pengidap penyakit bawaan seperti diabetes atau stroke hemoragik memiliki potensi untuk terkena penyakit retensi urine lebih besar. Karena gangguan saraf yang dialami oleh pengidap stroke hemoragik menyebabkan komplikasi pada saluran kemih pada pasiennya. Selain juga masalah infeksi prostat yang bisa menimbulkan pembengkakan yang membuat saluran kemih terhambat.

Pengobatan Retensi Urine

Pengobatan retensi urine tidak sama pada tiap orang, karena harus disesuaikan dengan penyebabnya. Oleh karena itu, retensi urine perlu diperiksakan ke dokter. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta penunjang, seperti tes darah dan urine, sistoskopi, USG, CT scan, dan rontgen saluran kemih atau pielografi. Untuk menilai keparahan retensi urine, dokter juga akan melakukan pemeriksaan laju urodinamik atau aliran urine.

Retensi urine juga berpotensi menghambat aktivitas pengidapnya, terutama mengenai waktu berkemih. Selalu sediakan pampers Confidence agar pencegahan mengompol atau hal lain yang tidak menyenangkan bisa dihindari.

Confidence Popok Dewasa terdiri dari tipe perekat yaitu Confidence Premium Night, Classic Day, dan Classic Night. Dimana popok tipe ini cocok bagi para penderita usia lanjut yang terbatas aktivitasnya atau tira baring. Confidence tipe perekat memiliki daya serap hingga empat hingga enam kali.

Untuk tipe celana, Confidence Popok Dewasa hadir dengan beberapa varian yaitu Confidence Pants, dengan daya serap hingga enam kali bagi para penderita inkontinensia urine yang memiliki aktivitas bergerak rendah hingga sedang. Confidence Popok Dewasa tipe celana sangat nyaman digunakan untuk kegiatan sehari-hari karena berbahan lycra yang pas di badan dan mengikuti bentuk tubuh.

Confidence Popok Dewasa juga dilengkapi dengan anti bacteria dan teruji klinis hypoallergenic oleh Australian Dermatologist, sehingga aman untuk digunakan pada kulit sensitif sekalipun. Retensi urine nggak akan jadi masalah!