Tentang Inkontinensia Urin

Apa Itu Retensi Urine? Kenali dan Pahami Gejalanya

5 menit baca

Apa itu retensi urine? Retensi urine adalah sebuah kondisi gangguan kesehatan dimana kandung kemih tidak kosong sepenuhnya setelah buang air kecil. Retensi urine terbagi menjadi 2 jenis retensi, yakni retensi akut dan dan kronis. Retensi urine kronis yang sudah menahun biasanya dialami oleh lansia yang mengidap dementia.

Retensi urine biasanya dikenal juga dengan nama Inkontinensia Urine. Inkontinensia Urine yang terjadi pada lansia terutama usia 60 tahun ke atas biasanya memiliki indikasi mengidap sindrom geriatri yaitu kondisi dimana sifatnya menahun dan tidak memiliki gejala yang khas atau spesifik (alodokter).

Sindrom geriatri terbagi dari beberapa gangguan kesehatan antara lain; Inkontinensia Urine dan Dementia. Gejala umum Inkontinensia urine yang dialami oleh lansia ditandai dengan sering nya mengompol tanpa disadari. Pertambahan usia bisa menjadi penyebab seseorang mengalami penurunan fungsi dari organ tubuh, salah satunya adalah saluran kemih (Halodoc).

 

Fakta tentang Retensi Urine atau Inkontinensia Urin

Dikutip dari Medcom, dari penelitian EPIC (Expanded Prostate Cancer Index Composite) yang dilakukan pada 2008 secara global, ditemukan sekitar 348 juta orang di dunia pernah mengalami Inkontinensia Urine. Survei yang dilakukan di berbagai negara Asia didapatkan bahwa prevalensi pada beberapa bangsa Asia adalah 12,2% (14,8% pada wanita dan 6,8% pada pria).

Inkontinensia urin merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia. Jenis kelamin perempuan lebih berisiko mengalami inkontinensia urine dibandingkan dengan laki-laki. Perempuan yang berisiko mengalami inkontinensia urin juga berpeluang mengalami masalah kesehatan lainnya. (Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat:2019).

Disamping Inkontinensia Urine, sindrom geriatri pada lansia juga bisa menyebabkan demensia. Penyakit ini paling sering diderita oleh lansia usia 60 tahun ke atas.Demensia Alzheimer atau lebih dikenal dengan Alzheimer merupakan salah satu bagian dari demensia yang paling banyak ditemui. Sekitar 60-70 persen dari kasus demensia atau pikun merupakan Alzheimer (Alzheimer Indonesia: 2019).

Mengenal Gejala Demensia

Demensia adalah menurunnya kemampuan otak untuk melakukan fungsi dasar, seperti berpikir, mengingat, berbicara, dan membuat keputusan. Penderita demensia biasanya akan kesulitan untuk mengurus dirinya sendiri, sulit berkomunikasi dengan orang di sekitarnya, dan sulit memahami apa yang dilihatnya. Beberapa penderita demensia juga mengalami perubahan perilaku dan kesulitan untuk fokus. (Alodokter:2020)

Gejala yang timbul pada beberapa kasus demensia pada lansia sangatlah beragam. Untuk itu pentingnya bagi keluarga untuk mengenal gejala demensia Ada yang kesulitan mengingat kejadian yang baru saja terjadi, salah dalam pengambilan keputusan, sulit fokus bahkan sulit mengingat kegiatan yang familiar salah satunya adalah buang air kecil. 

Lansia yang mengidap demensia sangat berkaitan erat dengan Inkontinensia Urine. Kesulitan melakukan aktivitas yang familiar karena lansia yang mengidap demensia akut mengalami kerusakan sel saraf otak dan berujung pada implikasi gangguan kesehatan lainnya.

Demi meredam kondisi lansia yang mengidap demensia dan berujung Inkontinensia urine, hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengenakan popok dewasa. Perlu disadari juga, selain mengenakan popok dewasa keluarga benar-benar harus hadir dan dampingi tiap aktivitas mereka, agar kondisi psikologis para lansia lebih stabil.

Pilih dengan bijak popok dewasa yang nyaman digunakan sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain nyaman pastikan popok dewasa yang dipilih punya daya serap yang tinggi, sehingga tidak menimbulkan iritasi kulit. Pilih Confidence yang merupakan popok dewasa nomor satu berkualitas. Confidence memiliki dua jenis popok dewasa yaitu popok perekat untuk lansia dengan kondisi tirah baring dan popok celana bagi lansia yang masih aktif.

Untuk lansia yang masih aktif, gunakan Confidence Pants yang memiliki bahan lycra sehingga dapat bergerak bebas mengikuti bentuk tubuh dan SAP anti bakteri untuk menghindari dari iritasi. Sedangkan bagi lansia dengan kondisi berbaring atau bedridden, gunakan Confidence Classic Day dan Confidence Classic Night di mana 2 popok di siang hari dan 1 popok di malam hari. Dengan Diamond Core Technology menyerap lebih cepat, halal dan teruji klinis, daya serap yang pas untuk kebutuhan siang dan malam, sehingga memberikan kenyamanan 24 jam bagi Kesayangan.

Berikan yang terbaik bagi Kesayangan dengan Confidence, agar mereka selalu aktif dan Berani Lebih Pede.