Stroke

Tetap Tenang! Lakukan Pertolongan Pertama Ini Pada Kesayangan dengan Stroke

5 menit baca
Tetap Tenang! Lakukan Pertolongan Pertama Ini Pada Kesayangan dengan Stroke

Stroke adalah penyakit yang menyerang dengan keadaan “senyap” lho, Caring People. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja secara tiba-tiba tanpa adanya gejala awal dengan cepat. Baik Caring People atau Kesayangan memiliki potensi untuk terkena serangan stroke jika tidak menjaga pola hidup dengan baik.

Ketika stroke menyerang, hal pertama yang perlu Caring People lakukan adalah meminimalisir kerusakan otak dan komplikasi, meskipun gejalanya sudah mereda. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, ternyata dapat meningkatkan peluang penderita stroke mengalami kerusakan otak yang minim dan peluang untuk bertahan hidup.

Ada baiknya pada saat Kesayangan dalam serangan stroke, Caring People tetap tenang dan melakukan langkah-langkah pertolongan seperti di bawah ini.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Kesayangan Mengalami Serangan Stroke?

Seperti sudah dibahas di atas, kunci utama dalam memberikan pertolongan kepada penderita stroke adalah tetap tenang. Karena ketika Caring People dilanda kepanikan, dapat dipastikan tidak akan bisa memberikan pertolongan secara maksimal. Ketika Caring People panik, ada kemungkinan caring people mengalami kebingungan dan gangguan dalam mencerna keadaan, hal ini bisa menjadi berbahaya karena setiap detik sangat berharga untuk penderita stroke saat terjadi serangan.

Ketika Caring People sudah dapat menguasai diri dan tetap tenang, maka mulailah melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk memastikan kondisi Kesayangan yang terkena serangan stroke:

1. Memperhatikan Kondisi Kesayangan

Ketika terjadi serangan, Kesayangan dengan stroke bisa saja kehilangan keseimbangan dan kesadaran hingga terjatuh. Oleh karena itu, Caring People harus memastikan terlebih dahulu apakah penderita berada dalam kondisi sadar atau tidak.

Jika Kesayangan tidak sadarkan diri, Caring People perlu memeriksa detak jantung melalui detak nadi jika memungkinkan dan memeriksa kondisi pernapasan. Jika penderita tidak memiliki respon napas atau detak jantung tidak terasa, Caring People perlu memberikan CPR (Cardiopulmonary resuscitation/Resusitasi jantung paru) dan segera menghubungi nomor darurat di 112. Caring People juga dapat segera membawanya ke instansi kesehatan terdekat untuk meminta pertolongan ambulance dan tenaga medis.

2. Menggunakan Metode F.A.S.T. Untuk Memeriksa Respon

Jika dibandingkan dengan yang tidak sadar, gejala stroke ketika penderitanya sadar lebih sulit dideteksi. Hal ini terjadi karena stroke terutama stroke ringan) tidak memiliki gejala yang spesifik dan serupa dengan masalah neurologis darurat lainnya, seperti kejang, tumor otak, serangan jantung, atau tekanan darah rendah. Gejala yang terjadi biasanya adalah kebingungan, disorientasi atau sakit kepala.

Tetapi Caring People tetap perlu segera memberikan pertolongan darurat. Lakukan metode F.A.S.T untuk memastikan apakah gejala tersebut adalah stroke atau bukan dengan memeriksa:

  • Face (wajah) : Periksa apakah wajah penderita bisa digerakkan dengan normal, mengalami rasa kebas, atau mengalami penurunan di satu sisi wajahnya.
  • Arms (tangan): Cobalah minta penderita untuk mengangkat kedua tangan dan periksa apakah salah satu tangan tidak dapat terangkat atau terangkat lebih rendah dari yang satunya.
  • Speech (berbicara): Ajak penderita untuk berbicara, ajukan pertanyaan dan perhatikan cara berbicara serta reaksinya. Kebanyakan orang yang mengalami serangan stroke, meskipun sadar akan kesulitan untuk berkomunikasi dan memahami perkataan.
  • Time (waktu): Segerakan untuk mencari pertolongan medis darurat dengan membawa Kesayangan dengan stroke ke instansi kesehatan terdekat.

3. Memahami Gejala yang Terlihat

Meskipun ada pertolongan medis yang bisa dihubungi, tidak ada salahnya Caring People memahami gejala atau tanda umum yang biasa terjadi saat serangan stroke. Tujuannya untuk mempercepat identifikasi dan pertolongan bagi Kesayangan pada keadaan darurat.

Beberapa contoh gejala stroke yang umum terjadi adalah salah satu atau kombinasi dari daftar di bawah ini:

  • Kehilangan keseimbangan dan koordinasi anggota gerak
  • Salah satu sisi tubuh mengalami pelemahan atau kelumpuhan
  • Rasa kebas pada bagian wajah, tangan atau kaki
  • Kesulitan untuk menggerakkan wajah, tangan dan kaki
  • Kesulitan berbicara sehingga ucapan menjadi tidak jelas
  • Sakit kepala yang berlebihan
  • Kebingungan atau kesulitan memahami perkataan orang lain
  • Gangguan penglihatan seperti rabun, penglihatan ganda, atau kebutaan pada salah satu atau kedua mata

4. Menghubungi Nomor Darurat dan Segera ke Fasilitas Kesehatan

Ketika Caring People ada dalam kondisi membantu Kesayangan yang sedang terkena serangan stroke dan sudah dapat mengidentifikasinya, langkah yang harus dilakukan adalah membawa ke rumah sakit atau instansi kesehatan terdekat. Untuk melakukan hal ini Caring People dapat menghubungi nomor layanan darurat 112 untuk mendapatkan ambulans dan bantuan tenaga medis.

Membawa pasien ke rumah sakit memang sangat dianjurkan, tetapi jika dilakukan secara mandiri dan dengan cara yang salah, Caring People dapat membahayakan penderita bahkan bisa menyebabkan cacat. Maka dari itu, memanggil ambulans dan tenaga medis sangat dianjurkan dalam keadaan ini.

5. Memerhatikan Perawatan dan Pengobatan yang Dianjurkan

Ketika sampai di rumah sakit atau instansi kesehatan, segera ceritakan kondisi pasien karena hal tersebut dapat membantu dokter atau perawat untuk memberikan penanganan. Umumnya, pasien yang mengalami serangan stroke tidak dapat mendeskripsikan perubahan dan gejala yang dialami.

Selain itu, Caring People juga harus memberitahu obat-obatan atau diet khusus yang sedang dikonsumsi oleh Kesayangan jika ada dan yang terakhir adalah ikuti arahan dan instruksi dokter atau perawat untuk memberikan pengobatan yang maksimal setelah Kesayangan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Berdasarkan American Heart Association, pertolongan pertama saat terjadi serangan stroke perlu diberikan dalam waktu kurang dari 4,5 jam setelah serangan berlangsung. Jika kondisinya sangat parah, dokter biasanya akan melakukan tindakan untuk mengangkat gumpalan darah dalam waktu kurang dari 24 jam setelah serangan atau gejala berlangsung.

Baca Juga: Bantu Lansia Berjuang Hadapi Stroke

Merawat Kesayangan dengan Stroke Bersama Confidence

Jika Caring People sedang merawat Kesayangan dengan stroke, ada baiknya untuk memudahkan kegiatan mereka, terutama dalam masalah buang air kecil. Berikan Kesayangan popok dewasa Confidence Classic Day dan Confidence Classic Night. 2 Confidence Classic Day untuk mendukung kegiatan di siang hari dan 1 Confidence Classic Night untuk kenyamanan istirahat di malam hari.

Dengan menggunakan Confidence Classic Day dan Confidence Classic Night, Kesayangan tidak perlu khawatir untuk buang air kecil dan takut urinnya bocor. Karena dengan fitur side leak guard, Confidence Classic Day dan Confidence Classic Night anti bocor karena memiliki pelindung samping.

Selain itu dengan diamond core technology, Confidence Classic Day dan Confidence Classic Night menyerap lebih cepat. Produk dari Confidence telah teruji secara klinis oleh dermatologist Australia serta tersertifikasi halal. Jika Caring People ingin sensasi premium, gunakan Confidence Premium Night dengan permukaan selembut kain.

Berikan Confidence Classic Day dan Confidence Classic Night untuk mendukung kegiatan serta kenyamanan Kesayangan dengan stroke sepanjang hari.