Stroke

Kupas Tuntas Cara Mencegah Stroke Ringan Di Sini

5 menit baca
Kupas Tuntas Cara Mencegah Stroke Ringan Di Sini

Stroke ringan merupakan stroke yang berlangsung singkat dan dapat menghilang dalam hitungan menit atau jam. Meski demikian, Anda tetap perlu waspada dengan stroke ringan, karena bisa menjadi gejala dari stroke permanen yang perlu segera ditangani.

Seperti Apa Kondisi Stroke Ringan?

Stroke ringan atau dikenal dalam istilah medis transient ischemic attack (TIA) adalah kondisi ketika suplai darah ke otak terhalang untuk sementara waktu akibat penyumbatan di pembuluh darah otak. Walaupun tidak memiliki akibat yang serius saat terjadi, tapi kita harus melakukan tindakan preventif untuk melakukan cara mencegah stroke ringan.

Cara mencegah stroke ringan adalah dengan mengidentifikasi gejalanya sehingga tindakan preventif bisa langsung dilakukan. Beberapa hal yang bisa dikategorikan sebagai gejala stroke ringan adalah otot wajah melemah dan membuat salah satu sisi wajah turun, sulit mengangkat kedua lengan, kemampuan berbicara terganggu, hingga kesemutan di bagian tubuh yang terkena serangan stroke ringan, seperti kepala, wajah, lengan, dan tungkai.

Perbedaan Stroke Ringan dan Stroke Hemoragik

Perbedaan mendasar antara stroke ringan dengan stroke hemoragik adalah tingkat keparahan penyumbatan yang menghalangi aliran darah ke otak. Pada stroke ringan, sumbatan masih kecil dan belum menyebabkan kerusakan permanen pada saraf otak sehingga cara mencegah stroke ringan pun masih berada dalam langkah-langkah yang dilakukan secara bertahap.

Implikasi dari stroke ringan adalah terciptanya penyakit stroke yang lebih parah, seperti stroke hemoragik. Stroke hemoragik adalah jenis stroke yang terjadi karena pecahnya pembuluh darah pada otak akibat tekanan darah tinggi.

Penyebab Stroke Ringan

Beberapa faktor yang bisa mengakselerasi terjadinya stroke ringan dan berpotensi menjadi lebih parah antara lain berusia di atas 55 tahun, riwayat penyakit stroke pada keluarga, kebiasaan makan berlemak dan tinggi kadar garam, konsumsi alkohol secara berlebihan, dan kondisi medis seperti hipertensi dan diabetes.

Cara mencegah stroke ringan juga bisa dilakukan dengan mengunjungi dokter setelah gejala stroke dirasakan oleh pasien. Dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, meliputi tes fisik, tes darah, dan pemeriksaan penunjang, seperti CT scan, MRI, EKG, serta foto Rontgen.

Melalui diagnosis yang diperoleh dokter, pengobatan akan disesuaikan dengan penyebab stroke ringan yang dialami. Dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk mencegah pembekuan darah atau menghilangkan penumpukan plak dari arteri yang menyuplai darah ke otak.

Namun, perlu diingat untuk tetap mengawasi terjadinya stroke ringan jika memang sudah sering terjadi. Karena ini bisa menjadi indikasi ada masalah yang lebih serius yang dapat terjadi di masa mendatang.

Hal ini terutama untuk yang mengalami stroke ringan karena penyakit bawaan seperti diabetes, yang mana besar kemungkinan mengalami retensi urine. Apa itu retensi urine? Kondisi ini menyebabkan perasaan tidak tuntas yang terjadi walaupun kita sudah berkemih berkali-kali.

Cara Mengatasi Stroke Ringan dengan Evaluasi Gaya Hidup

Cara mengatasi stroke ringan yang menjadi sinyal kemungkinan terjadinya stroke hemoragik adalah mulai mengevaluasi gaya hidup kita. Karena stroke hemoragik adalah stroke yang kemungkinan besar terjadi saat tubuh mengalami tekanan darah tinggi.

Beberapa faktor dari stroke hemoragik antara lain penonjolan abnormal dinding pembuluh darah di tempat-tempat yang lebih lemah dari biasanya, tumor otak, dan cedera kepala. Stroke hemoragik adalah stroke yang bisa diminimalisir keadaannya. Misalnya konsumsi alkohol yang tidak terkendali selama bertahun-tahun bisa meningkatkan potensi terkena stroke hemoragik.

Cara mengatasi stroke ringan ini juga bisa dilakukan tindakan preventif saat mengalami sakit kepala migrain, atau rajin mengecek kolesterol dan tekanan darah. Diabetes tipe 2 juga bisa menjadi pemicu terjadinya stroke hemoragik.

Gejala stroke hemoragik bervariasi tergantung dari lokasi pecahnya pembuluh darah atau jenis stroke hemoragik yang dialami pengidap. Perdarahan intraserebral umumnya timbul tanpa peringatan dan memburuk setelah 30-90 menit. Gejala stroke hemoragik dapat mencakup satu atau lebih hal.

Gejalanya dapat diawali dengan sakit kepala tiba-tiba yang parah, dilanjut dengan sensitivitas cahaya yang mana menyebabkan kita pusing saat melihat kerlip cahaya atau fotopobia, pusing vertigo dan mual, hingga kelumpuhan fungsi tubuh dan kesulitan bicara.

Untuk menunjang aktivitas saat terjadi stroke, kita bisa mengandalkan popok dewasa Confidence yang membuat nyaman dan berani lebih percaya diri. Confidence memiliki dua jenis popok dewasa yaitu popok perekat untuk lansia dengan kondisi tirah baring dan popok celana bagi lansia yang masih aktif.

Bagi lansia yang masih aktif, gunakan Confidence Pants yang memiliki bahan Lycra yang elastis sehingga dapat bergerak bebas mengikuti bentuk tubuh, pas di badan seperti memakai celana dalam biasa, daya tampung hingga 6x dan SAP anti bakteri untuk menghindari dari iritasi.

Sedangkan bagi lansia dengan kondisi berbaring atau bedridden, gunakan Confidence Classic Day dan Confidence Classic Night di mana 2 popok di siang hari dan 1 popok di malam hari. Dengan Diamond Core Technology menyerap lebih cepat, halal dan teruji klinis, daya serap yang pas untuk kebutuhan siang dan malam, sehingga memberikan kenyamanan 24 jam bagi Kesayangan.

Ayo Caring People selalu sediakan Confidence agar Kesayangan semakin nyaman, aktif dan berani lebih pede saat berkegiatan sehari-hari!