Mengenali Presbikusis atau Gejala Kurang Pendengaran Pada Lansia

#Health
Jika Caring People sering merasa kesulitan mengajak bicara lansia yang sedang mengalami perawatan tirah baring, ada kemungkinan lansia mengalami presbikusis, atau menurunnya kemampuan mendengar di usia senior. Banyak faktor yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran saat usia bertambah. Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, kondisi-kondisi seperti diabetes dan tekanan darah tinggi yang banyak dialami lansia dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Obat-obatan kemoterapi juga dapat mengganggu kerja sel sensori telinga sehingga menyebabkan gangguan pendengaran.

Meski terkesan sepele, lansia yang tidak dapat mendengar dengan baik dapat menjadi depresi karena mereka merasa frustrasi atau malu akibat tidak memahami apa yang dikatakan. Lansia secara keliru dianggap bingung, tidak responsif, atau tidak kooperatif karena mereka tidak mendengar dengan baik. Selain itu, sebuah studi yang dipublikasikan oleh US National Library of Medicine, National Institute of Health menyebutkan lansia  dengan gangguan pendengaran memiliki risiko lebih besar terkena demensia daripada lansia yang memiliki pendengaran normal. Kemampuan kognitif (termasuk memori dan konsentrasi) menurun lebih cepat pada lansia dengan gangguan pendengaran daripada lansia dengan pendengaran normal.

Jika lansia mulai menunjukkan gejala-gejala tersebut, segera periksakan mereka ke dokter THT. Ada beberapa penanganan yang mungkin akan dilakukan dokter THT mulai dari pembersihan kotoran telinga, implan koklea, hingga pemberian alat bantu dengar yang dapat membantu lansia menjalani hari. Agar tetap nyaman menemani perjalanan lansia menuju dokter THT, berikan Confidence Classic Day yang telah teruji klinis dan dapat menyerap ekstra cepat dengan Diamond Core Technology. Dapatkan Confidence Classic Day di e-commerce kesayangan Caring People

Temukan produk yang tepat untuk Anda
dan dapatkan Free Sample nya

Tanya via WhatsApp