5 Gejala Kurang Nutrisi Pada Senior

#Food, #Health
Nutrisi yang tercukupi pada senior sangat penting untuk kesehatan mereka. Sayangnya, banyak dari mereka yang mengalami gejala kurang nutrisi yang bisa berakibat fatal.
Semakin bertambah usia, keinginan untuk memasak dan makan akan berubah secara drastis. Untuk mendapatkan nutrisi yang cukup bagi senior memang cukup sulit karena mereka tidak terlalu aktif namun tetap membutuhkan asupan gizi dan vitamin yang penting seperti vitamin B dan kalsium.
Gejala kekurangan nutrisi tidak langsung muncul seperti penyakit lain sehingga jika tidak segera diketahui dapat membahayakan. Namun, ada beberapa gejala yang bisa Anda waspadai dan segera tangani.

1. Kelelahan Tanpa Sebab

Senior biasanya tidak akan seaktif anak muda sehingga bila mereka sering kelelahan tanpa sebab bisa terjadi akibat kekurangan nutrisi. Kelelahan adalah efek samping kekurangan zat besi yang bisa berlanjut menjadi anemia. Jika orang tua kelelahan tanpa sebab, coba cek asupan makanan mereka dan konsultasikan ke dokter.

2. Kurang Nafsu Makan

Keinginan dan kurangnya nafsu makan menjadi salah satu efek samping pertambahan usia. Indra pengecap pun mulai hilang kemampuan terutama untuk rasa asin dan manis sehingga makanan terasa pahit dan asam.
Banyak orang tua yang tidak merasa kekurangan nutrisi atau dehidrasi. Ada baiknya Anda memperhatikan jadwal makan dan memberikan asupan nutrisi yang baik.

3. Rambut Rapuh dan Kering

Saat tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, efeknya akan terasa hingga ke rambut. Diet yang buruk juga menjadi alasan kurangnya asupan nutrisi. Rambut yang kering dan rapuh merupakan sinyal dari kurangnya asam lemak esensial, protein, zat besi, dan nutrisi lainnya.
Meskipun usia juga menjadi salah satu penyebab rontoknya rambut, jumlah rambut rontok yang tidak wajar bisa menjadi efek samping dari malnutrisi.

4. Berat Badan Turun

Kurang nafsu makan bisa membuat senior tidak berminat untuk makan. Hal ini menjadi faktor pemicu turunnya berat badan serta kurang nutrisi. Bantu mereka untuk memonitor perubahan berat badan sehingga bila ada gejala yang aneh Anda bisa segera menyadarinya.

5. Inkontinensia

Inkontinensia adalah kondisi di mana seseorang kehilangan kontrol kandung kemih. Kondisi ini membuat mereka malu sehingga biasanya mereka membatasi makanan dan minuman agar tidak terjadi “kecelakaan kecil” terutama di tempat umum. Pembatasan makanan dan minuman ini bisa berakibat buruk. Meskipun kondisi ini bukan topik yang mudah untuk dibahas, namun bisa berefek pada kesehatan mereka termasuk asupan nutrisi.
Konsultasikan ke dokter dan nutrisionis profesional untuk mendapatkan saran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Selain itu, Anda juga bisa menyediakan popok dewasa seperti Confidence yang membantu menyerap dan mengunci cairan sehingga membuat permukaan tetap kering.
Popok dewasa confidence ada dua tipe yaitu tipe perekat dan tipe celana. Untuk tipe celana memiliki bahan yang lembut dan jika dipakai pas di badan serasa pakai celana dalam biasa. Popok celana biasa digunakan pada saat menjalankan aktifitas harian agar tidak terganggu dengan masalah buang air kecil sehingga tidak perlu cape untuk ke  toilet dan bebas beraktifitas dimana saja.
Untuk popok dewasa tipe perekat ada 2 jenis yaitu classic dan premium. Untuk tipe classic sebaiknya digunakan untuk kebutuhan siang hari dan untuk tipe premium cocok digunakan untuk malam hari agar orang tua Anda dapat beristirahat dengan nyaman tanpa terganggu dengan urusan buang air kecil.
Popok dewasa Confidence tipe perekat premium merupakan yang pertama di indonesia dengan 3 inovasi yaitu berbahan clothlike (selembut kain) yang bersirkulasi udara di bagian permukaan depan produknya sehingga terasa lebih sejuk dan tidak menyebabkan iritasi. Selain itu popok ini juga mengandung ekstrak aloevera yang membuat terasa lebih lembut di kulit serta memiliki daya serap extra cepat sehingga permukaannya tetap kering dan nyaman.

Temukan produk yang tepat untuk Anda
dan dapatkan Free Sample nya

Tanya via WhatsApp